Gambar Kanker Payudara

Kliksehat.coGambar Kanker Payudara, Tahukah Anda? Berdasarkan penelitian ditemukan fakta bahwa 1 dari 8 wanita akan didiagnosis menderita kanker payudara seumur hidupnya. Wanita dengan “faktor beresiko” tertentu lebih mungkin terkena kanker payudara.

Faktor resiko adalah sesuatu yang dapat meningkatkan kemungkinan terkena penyakit. Tetapi memiliki faktor resiko tidak berarti wanita pasti terkena kanker payudara. Nyatanya banyak wanita tersebut tidak pernah terserang penyakit tersebut. Mari kita bahas tentang penyakit ini yang disertai dengan gambar kanker payudara.

Apa itu Gambar Kanker Payudara?

Setelah pubertas, payudara wanita terdiri dari lemak, jaringan ikat, dan ribuan lobulus, kelenjar mungil yang menghasilkan susu untuk menyusui. Serta saluran kecil yang membawa susu ke arah puting susu.

Pada kanker, sel-sel tubuh berkembang biak tak terkendali. Seperti nampak pada gambar kanker payudara ini, pertumbuhan sel yang berlebihan inilah yang pada akhirnya bisa menyebabkan kanker.

Kanker payudara bisa dibedakan menjadi 2 jika melihat letaknya. Yang pertama adalah ductal carcinoma dimulai kanker ini berada di saluran susu dan merupakan tipe yang paling umum. Yang kedua adalah carcinoma lobular dimana kanker ini dimulai pada lobulus.

Jika dijelaskan secara lebih rinci kedua jenisnya ini sangat berbeda. Kanker payudara invasif adalah saat sel kanker keluar dari dalam lobulus atau saluran lain menyerang jaringan terdekat.

Yang meningkatkan kemungkinan penyebaran ke bagian tubuh yang lain. Kanker payudara non-invasif adalah saat kanker masih berada di tempat asal dan belum pecah. Namun, sel ini akhirnya bisa berkembang menjadi kanker payudara invasif.

Faktor Utama Serangan Kanker Payudara

Dan sebelum kita menginjak kepada bagaimana saja ciri-ciri dan gejala kanker payudara itu. Yang perlu kita pahami bersama adalah adanya faktor resiko. Faktor-faktor yang terkait dengan peningkatan resiko kanker payudara itu yang pertama adalah seseorang yang berjenis kelamin wanita, wanita jauh lebih mungkin untuk mengidap kanker payudara bila dibandingkan dengan pria.

Lalu resiko kanker payudara itu dapat meningkat seiring bertambahnya usia. Jika Anda pernah menderita kanker ini di satu payudara, Anda memiliki peningkatan resiko terkena kanker di payudara yang lain.

Faktor resiko yang selanjutnya adalah riwayat keluarga kanker payudara. Jika ibu, saudara perempuan atau anak perempuan Anda didiagnosis menderita kanker payudara, terutama di usia muda, resiko kanker payudara akan meningkat.

Namun, sebagian besar orang yang didiagnosis menderita kanker payudara tidak memiliki riwayat keluarga penyakit ini. Tetapi, gen warisan yang meningkatkan resiko kanker. Mutasi gen tertentu yang meningkatkan resiko kanker payudara bisa ditularkan dari orang tua ke anak. Gen ini dapat meningkatkan resiko kanker payudara dan kanker lainnya, dan kanker ini tidak dapat dihindari.

Jika Anda menerima perawatan berupa radiasi langsung ke dada Anda ketika masih anak-anak atau remaja, maka resiko kanker payudara Anda meningkat. Kemudian obesitas atau kelebihan berat badan ini juga dapat meningkatkan resiko kanker payudara, bukan hanya kanker payudara tetapi juga masalah kesehatan yang lain.

Lalu mulainya menstruasi sebelum usia 12 tahun meningkatkan resiko kanker payudara. Bukan hanya menstruasi di usia lebih muda, namun saat memulai masa menopause di usia yang lebih tua, Anda punya kemungkinan besar terkena kanker payudara.

Beberapa wanita ketika memasuki usia menopause mungkin tidak ingin mengalami hal itu. Maka mereka akan melakukan terapi hormon pascamenopause. Wanita yang mengkonsumsi obat terapi hormon ini akan memiliki peningkatan resiko terhadap kanker payudara. Dan resiko ini justru akan dapat menurun dengan jalan wanita tersebut berhenti minum obat ini.

Faktor yang selanjutnya adalah memiliki anak pertama pada usia lebih dari 30 tahun memiliki kemungkinan besar peningkatan resiko kanker ini. Bukan hanya itu, tidak pernah hamil sama sekali juga membuat wanita memiliki resiko kanker payudara lebih besar daripada wanita yang pernah mengalami kehamilan walaupun hanya sekali.

Dan faktor resiko yang terakhir dan sedang menjadi trend remaja gadis saat ini adalah minum alkohol. Minum minuman yang mengandung alkohol menurut penelitian dapat meningkatkan resiko kanker payudara.

Gejala Awal dan Tanda-tandanya

Kanker payudara mungkin memang tidak bisa dicegah. Namun Anda bisa melakukan observasi mandiri sebagai langkah penting untuk membantu mendeteksinya lebih awal. Dan seperti yang nampak pada gambar kanker payudara secara umum gejala lainnya berikut ini:

Deteksi Adanya Benjolan

Saat melakukan pemeriksaan payudara sendiri, lakukan dengan hati-hati ketika menekan payudara dan bagian sekitarnya dengan jari Anda. Selanjutnya, benjolan payudara yang tidak berbahaya (non kanker) dan ganas (kanker) terkadang terbentuk di bawah ketiak, di tulang selangka, di dekat lokasi kelenjar getah bening, dan di sekitar puting susu.

Benjolan itu bisa bertekstur kaku, keras dan halus, yang tidak bergerak saat Anda tekan semakin keras. Hal apapun itu mungkin disebabkan oleh jaringan yang membengkak. Jika Anda mendeteksi benjolan seperti pada gambar kanker payudara ini, sesegera mungkin hubungi dokter Anda.

Tetapi masalahnya adalah mencari benjolan tersebut tidak semudah kedengarannya. Studi menunjukkan bahwa benjolan payudara seringkali tidak terdeteksi oleh perasaan (mereka tidak “teraba”) sampai berukuran setidaknya 10 sampai 15 milimeter.

Atau bahkan sampai berukuran 20 mm atau lebih sehingga Anda dapat merasakan benjolan tersebut ketika merabanya. Sementara itu, mamogram hanya dapat mendeteksi satu tumor dari sepuluh pemeriksaan yang dilakukan. Sehingga hal ini kurang dapat diandalkan untuk wanita dan wanita muda dengan jaringan payudara padat.

Rasa Gatal pada Payudara

Gejala umum kanker payudara salah satunya adalah inflamasi berupa keadaan gatal-gatal di dalam dan di sekitar payudara Anda yang nampak seperti pada gambar kanker payudara ini. Gejala ini, terutama terkait dengan kanker payudara inflamasi, sering terlewatkan.

Beberapa wanita mungkin kembali ke rumah dengan diberi obat salep untuk ruam oleh dokter mereka, padahal sebenarnya mereka mungkin memiliki kanker payudara.

Hal ini bisa mengindikasikan masalah mendasar yang lebih parah daripada dermatitis. Rasa gatal ini sering disertai dengan puting susu dan jaringan payudara yang terasa lebih tebal atau nampak berubah tekstur.

Penyebabnya adalah sel kanker yang tumbuh cepat. Hal ini akan menghalangi darah dan pembuluh getah bening yang memberi makan kulit Anda. Aliran normal getah bening yang melalui jaringan payudara terhambat, dan sehingga cairan menumpuk di dalam dan di bawah kulit. Keadaan inilah yang memungkinkan timbulnya rasa yang sangat gatal pada payudara.

Jika kulit payudara Anda terlihat aneh seperti pada gambar kanker payudara. Atau payudara Anda terasa berbeda, segera temui dokter Anda. Jika dokter hanya mendiagnosa adanya penyakit kulit atau infeksi dan menyuruh Anda pulang ke rumah dengan dengan resep dokter, segera kembali jika gejala Anda tidak hilang.

Jadi, jangan puas hanya dengan mengoleskan salep penghilang rasa gatal, tetapi mintalah dokter Anda untuk segera melihat apakah kondisi ini merupakan kanker payudara yang menyerang Anda atau bukan.

Bengkak pada Ketiak

Gejala yang terlihat seperti pada gambar kanker payudara berikutnya adalah peradangan pada jaringan payudara di sekitar ketiak. Bengkak di bawah ketiak cenderung keras dan melekat pada jaringan sekitarnya, jadi tidak bergerak saat Anda menyentuhnya.

Atau jaringan mungkin terasa menebal dan padat dibandingkan dengan ketiak di sisi lain. Biasanya tanda pembengkakan kanker payudara ini bisa disertai dengan kulit yang memerah, terasa sangat panas tetapi tidak dapat merasakan apa-apa saat mendapatkan sentuhan atau belaian.

Hal ini disebabkan karena kelenjar getah bening di ketiak Anda adalah tempat dimana kanker payudara menyebar lebih dulu, dengan melalui cairan limfatik yang mengalir dari payudara.

Karena kelenjar getah bening adalah tempat pertama yang paling mungkin berkembang. Tetapi pilek, flu, dan infeksi juga bisa menyebabkan kelenjar getah bening bengkak. Jadi jika Anda sakit atau terkena infeksi, tunggu sampai sembuh sebelum Anda benar-benar khawatir. Tapi jika benjolan atau bengkak di area ketiak bertahan selama seminggu tanpa sebab yang jelas, temui segera dokter Anda.

Kekakuan Bahu & Leher

Pada gambar kanker payudara ini terlihat bahwa salah satu gejalanya adalah sakit pada bahu dan leher kaku. Namun hal ini tidak selalu seperti yang terlihat. Dimana biasanya kanker payudara akan menyebar ke tulang belakang, punggung, atau bahu.

Yang pada akhirnya dapat menyebabkan rasa sakit di daerah ini. Untuk alasan ini, spesialis tulang belakang akan secara rutin mencari keberadaan tumor saat merawat nyeri punggung kronis yang tidak henti-hentinya dengan terapi fisik.

Rasa sakit ini biasanya terjadi pada punggung atas atau di antara tulang belikat, sehingga dengan mudah dikelirukan dengan otot yang sakit, tendon atau ligamen yang tertarik, atau osteoartritis tulang belakang.

Perbedaannya adalah tidak hilang dengan hanya peregangan otot. Rasa sakit pada tulang terasa seperti sakit yang berdenyut-denyut.

Apakah penyebabnya? Hal ini terjadi karena sebagian besar tumor payudara berkembang di jaringan kelenjar payudara seperti terlihat pada gambar kanker payudara, yang membentang jauh ke dalam dada, dekat dengan dinding dada.

Jika pertumbuhan tumor ini sampai mengarah ke belakang ke arah tulang rusuk dan tulang belakang, rasa sakit ini akan sangat mungkin terasa di bagian belakang dan bukan terasa pada payudara. Tempat umum kanker payudara bermetastasis, atau menyebar, adalah tulang belakang atau tulang rusuk, menjadi kanker tulang sekunder.

Perubahan Ukuran Payudara

Gejala yang terlihat pada gambar kanker payudara ini adalah adanya perubahan ukuran payudara. Seringkali, pasangan Anda akan mendeteksi masalah pada perubahan ukuran payudara sebelum Anda menyadarinya.

Tapi biasanya kanker payudara mengubah bentuk atau ukuran payudara yang terkena kanker payudara sebelum Anda merasakannya. Jadi, bersama dengan ujian diri untuk benjolan payudara, pastikan untuk memeriksa bentuk dan ukuran payudara Anda secara visual di cermin dan perhatikan saat Anda mengenakan bra.

Hal ini disebabkan oleh adanya pertumbuhan jaringan yang lebih dalam di payudara atau ditutupi oleh jaringan payudara yang padat. Sehingga dapat merubah bentuk atau ukuran payudara tanpa menimbulkan benjolan yang bisa dilihat secara kasat mata. Jika Anda diberi tahu bahwa Anda memiliki jaringan payudara yang padat, waspadai tanda ini.

Dan cara untuk menyadarinya lebih dini ada dengan mempelajari ukuran dan bentuk payudara Anda di cermin. Duduklah menghadap cermin dan lihatlah kedua payudara itu, lalu angkat lengan Anda, hadap ke samping, dan lihat dari masing-masing sisinya. Jika ada perbedaan ukuran atau bentuk yang belum Anda perhatikan sebelumnya, segeralah pergi ke dokter Anda.

Rasa Sakit pada Payudara atau Sekitar Dada

Kanker ini akan menimbulkan rasa sakit pada bagian tertentu seperti yang Anda lihat dalam gambar kanker payudara. Entah itu sakit yang berdenyut, bengkak, benjolan atau tusukan tajam, rasa sakit atau ketidaknyamanan di daerah payudara atau dada bukanlah pertanda baik.

Umumnya terjadi benjolan yang berkembang dalam struktur kecil berbentuk seperti biji di sepanjang jaringan payudara, yang dapat menyebabkan payudara menjadi nyeri saat Anda berbaring, ataupun ketika dibelai oleh pasangan Anda, atau bahkan ketika timbul gesekan dari bra Anda.

Tetapi sebanyak 30 persen dari penderita tumor kanker payudara bukanlah munculnya benjolan, sehingga membuat kanker tersebut lebih sulit dideteksi. Maka dari itu langkah yang tepat adalah catat kapan, di mana, dan seberapa sering rasa sakit itu terjadi.

Beritahu dokter Anda, sedetail mungkin. Jika dokter Anda mendiagnosa dermatitis dan meresepkan antibiotik (respons khas terhadap nyeri payudara), lakukan siklus penuh. Tapi jika sakitnya belum hilang, beritahu dokter Anda dan mintalah pemeriksaan lebih lanjut.

Gangguan pada Puting Susu

Kanker payudara cenderung berkembang di saluran susu Anda (di sekitar puting susu). Seperti yang terlihat pada gambar kanker payudara ini, kadang keluar cairan susu, berair, atau darah yang meninggalkan kerak bersisik pada puting susu.

Keluarnya cairan atau kotoran ini terjadi baik secara spontan, atau saat Anda meremas payudara atau puting susu Anda. Jika Anda sedang tidak menyusui, keadaan seperti ini dari puting susu adalah keadaan yang tidak normal. Segera bawa diri Anda ke dokter.

Sensitifitas Puting Menurun

Coba perhatikan gambar kanker payudara ini. Gejala kanker payudara lainnya yang sering diperhatikan oleh pasangan Anda sebelum Anda menyadarinya adalah perubahan sensitifitas pada puting susu.

Puting yang tidak normal perihal sensitifitas tersebut tiba-tiba menjadi kosong (sama sekali tidak peka). Karena salah satu lokasi yang paling umum untuk kanker payudara adalah di bawah puting susu.

Yang dapat menyebabkan perubahan kepekaan puting itu sendiri. Seiring dengan pertumbuhan kanker tersebut, mereka mungkin juga bisa menyebabkan iritasi dan infeksi, dan pada akhirnya menyebabkan penurunan kepekaan.

Karena beberapa wanita memiliki puting yang tidak berfungsi dengan baik selama dan setelah kehamilan, mungkin dokter tidak akan selalu memperhatikan gejala ini. Karena Andalah yang paling tahu seperti apa puting susu Anda.

Perhatikan baik-baik setiap perubahan dan diskusikan dengan dokter Anda. Dermatitis mungkin menjadi kesimpulan umum bagi dokter yang menunjukkan perubahan puting susu, dan Anda akan kembali ke rumah dengan resep antibiotik. Namun jika resep tersebut tidak memberikan perubahan gejala ini dalam sepuluh hari, kembalilah ke dokter Anda dan mintalah evaluasi lebih lanjut.

1. Perubahan Puting

Perhatikan gambar kanker payudara selanjutnya. Tumor payudara yang tersembunyi (yaitu, tumor yang berkembang di bawah puting susu) juga dapat menyebabkan puting Anda berubah secara visual.

Pasangan Anda mungkin memperhatikan puting susu Anda telah menjadi terbalik, datar, berjumbai, atau asimetris. Puting susu Anda juga bisa berubah ukuran tanpa alasan (misalnya, Anda tidak menyusui).

2. Jaringan Payudara Menjadi Semakin Tebal

Penebalan yang terasa berbeda dari jaringan di sekitarnya bisa terjadi pada stadium awal perkembangan kanker payudara. Misalnya, kulit di pada payudara bisa menjadi berwarna merah atau nampak seperti berlesung pipit, atau bahkan tampak mirip dengan kulit jeruk.

Mungkin sebagian besar benjolan ataupun gejala umum yang telah kita bahas di artikel ini yang disertai dengan gambar kanker payudara tidaklah bersifat kanker. Namun Anda harus tetap memeriksakannya ke petugas kesehatan.

Karena mengenali gejalanya lebih awal akan berperan penting untuk menanggulangi penyakit ini menjadi lebih parah. Mungkin mencegah memanglah lebih baik daripada mengobati, tetapi ketika tidak mungkin mencegah maka lebih baik mengenali gejalanya sedari dini.